1) Jawaban org mukmin: sami’na wa atho’na (kami dengar, kami taat)
2) Jawaban Bani Israil/Yahudi: sami’na wa ashoina (kami mendengar, tapi tdk menaati)
3) Jawaban org MUNAFIQ: sami’na wa hum laa yasma’uun (mereka berkata: “kami dengar” padahal mereka tidak mendengarkan)

Masuk kategori manakah kita?
Semoga kita termotivasi utk selalu menjadi golongan pertama. aamiin.
——————–
Penjelasan:
1) Jawaban org mukmin: sami’na wa atho’na misalnya dijelaskan di surat an-Nuur: 51:
“Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami MENDENGAR, DAN KAMI PATUH.” Dan mereka itulah orang-orang yang BERUNTUNG.” (Q.S: an-Nuur: 51)
dan al-Baqarah: 285:
“…Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “KAMI DENGAR DAN KAMI TAAT.” (Q.S: al-Baqarah: 285)
2) Jawaban Bani Israil/Yahudi: sami’na wa ashoina:
al-Baqarah: 93:
“…Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “KAMI MENDENGAR TETAPI TETAPI TIDAK MENTAATI”. (Q.S: al-Baqarah: 93)
3) Jawaban org MUNAFIQ: sami’na wa hum laa yasma’uun:
al-Anfaal: 20-21:
“Hai org2 beriman, taatlah kpd Allah & RasulNya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, sedang kamu mendengar. Dan janganlah kamu seperti orang-orang MUNAFIQ yg berkata: “KAMI MENDENGARKAN”, PADAHAL MEREKA TIDAK MENDENGARKAN.” (Q.S: al-Anfaal: 20-21)
Ketika mereka mengatakan, “kami mendengar”, Allah Maha Tahu, sebenarnya hati mereka menolak dan mereka tdk mendengarkan.
Sebagaimana org munafiq pd umumnya, secara zhahir mereka menampakkan sifat baik, mendengar & merespon, padahal tidak demikian (Ibnu Ishaq dlm Tafsir Ibnu Katsir hal 25 terbitan Pustaka Imam Syafii).
Kemudian Ibnu Katsir menulis:
“Allah menjelaskan bahwa manusia seperti ini adalah MAHLUK PALING BURUK & TERMASUK PERANGAI PALING BURUK. Karena Allah berfirman di ayat selanjutnya:
“Sesungguhnya binatang (mahluk) yg seburuk-buruknya di sisi Allah ialah orang-orang yg tuli.” ~al-Anfaal: 22.
Maksudnya TULI dari mendengarkan kebenaran. BISU dari memahaminya. Karena itu Allah berfirman: “Yang tidak mengerti apa pun”.
Mengapa seburuk-buruk mahluk? Sebab seluruh mahluk melata selain mereka taat kepda Allah sesuai fungsi ia diciptakan. Sementara orang munafiq diperintahkan utk beribadah namun mereka kufur.
Pada surat al-Araaf: 179 Allah berfirman:
“Mereka itu spt binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka itulah orang-orang yg lalai.” (Q.S: al-Araaf: 179)

semoga bermanfaat.

(Visited 4,172 times, 1 visits today)

Related posts: