INTELIJEN / SPIONASE NABI SHALALLAHU’ALAIHI WASSALAM

 

Ternyata Nabi shalallahu’alaihi wassalam melakukan usaha-usaha intelijen juga (dlm peperangan). Dan ini ternyata bukan termasuk “tajasus” yg dilarang. Tajasus adalah mencari-cari kesalahan seseorang/suatu pihak. Dilarang berdasar firman Allah SWT:

 

” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (AL-HUJURAT: 12)

 

Kegiatan spionase ini dilakukan nabi shalallahu’alaihi wassalam dlm perang Badar (peristiwa ini mengawali atau merupakan prolog dari perang Badar).

 

Muhammad bin Ishaq menceritakan, Yazid bin Rauman telah memberitahuku dari ‘Urwah bin az_Zubari, ia bercerita:

 

“Setelah mendekati Badar, Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mengutus Ali bin Abi Thalib, Sa’ad bin Abi Waqqash dan az-Zubair bin al’Awwam dan beberapa orang sahabatnya. MEREKA HARUS MENCARI INFORMASI UNTUK BELIAU. (red: nabi shalallahu’alaihi wassalam mulai melakukan kegiatan intelijen terhadap musuh).

 

Lalu mereka menangkap dua orang dari para pensuplai air untuk kaum Quraisy, seorang anak dari Bani Sa’id bin al’Ash dan seorang dari Bani al-Hajjaj. Kemudian mereka membawa kedua anak tersebut kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam, mereka melihat beliau sedang mengerjakan shalat….(kami ringkas)

 

Keduanya memberitahukan bahwa orang-orang Quraisy itu berada di balik bukit pasir yang berada di pinggir lembah yg jauh.

 

Lebih lanjut Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bertanya kepada keduanya, “Berapa jumlah mereka?” Jumlah mereka sangat banyak,” jawab mereka. (red: nabi shalallahu’alaihi wassalam mulai menggali informasi secara baik-baik).

 

“Apa saja persiapan mereka?” tanya beliau selanjutnya.

 

“Kami tidak mengetahuinya.” sahut mereka.

 

Lalu beliau menanyakan: “Berapa banyak mereka setiap hari menyembelih hewan?” (red: lihat kecerdasan Rasulullah  shalallahu’alaihi wassalam).

 

“Terkadang satu hari 9 ekor, dan terkadang juga 10 ekor per hari.” jawab mereka.

 

Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda: “BERARTI JUMLAH MEREKA SEKITAR 900 – 1000 ORANG.”

 

Setelah itu beliau berkata kepada kedua anak tersebut: “Siapa tokoh terhormat di kalangan kaum Quraisy?”…

 

(sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 4 hal 54 | Pustaka Imam Syafii | 2008 | tafsir dari surat al-Anfal:42)

 

Faedah:

 

* Dari riwayat ini kita mengetahui bahwa ternyata spionase dibolehkan di dalam Islam dan memang diperlukan dalam peperangan, demi kemaslahatan kaum Muslimin.

 

* Tawanan diperlakukan dengan baik-baik di dalam Islam.

 

*  Kecerdasan Nabi shalallahu’alaihi wassalam.

 

* Mengukur kekuatan musuh di dalam peperangan diperlukan demi mencegah kekalahan dan tumpahnya darah kaum Muslimin secara tidak perlu.

 

* Mengetahui pemimpin-pemimpin yg ikut dlm peperangan juga dibutuhkan. Dpt berguna utk mengetahui kekuatan, strategi dan kehandalan musuh.

(Visited 587 times, 1 visits today)

Related posts: