Sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk melindungi ahli dzimmah atau kafir zimmy, yaitu orang non Muslim, (khususnya orang Nasrani & Yahudi) yang memilih tidak diperangi, tapi hidup serta tinggal di bawah perlindungan pemerintahan Islam. Namun Allah memerintahkan melindungi dengan merendahkan dan menghinakan ahli dzimmah.  Diantara hikmahnya adalah agar mereka merasa kecil dan tidak menyebarkan kekafiran-kekufuran mereka terhadap Allah SWT.

 

Allah berfirman:

 

“…sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. “

(Q.S. at-Taubah: 29)

 

Mereka yang memilih untuk tidak diperangi (lihat lengkapnya ayat tersebut di akhir tulisan ini), diharuskan membayar jizyah. Dan kondisi membayar jizyah ini haruslah dalam keadaan :

  • patuh dan

  • tunduk.

 

Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka.

 

“Jika mereka membayar jizyah, harus dalam keadaan patuh dan tunduk. Artinya rendah dan hina”

(Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya atas ayat di atas).

Dan itulah juga penafsiran Umar bin Khaththab.

Lihatlah, syarat-syarat yang ditetapkan Umar bin Khaththab  (sewaktu ia menjadi khalifah) kepada ahlu zimmah di Syam (Suriah sekarang):

Berikut surat yang ditulis orang Nasrani di Syam yang ditaklukan Umar, seperti yang diriwayatkan oleh para Imam Huffazh, dari riwayat ‘Abdurrahman bin Ghanim al-Asy’ari, ia berkata:

“Sesungguhnya ketika kalian datang kepada kami, kami meminta jaminan kemanan untuk diri, anak, harta dan pemeluk agama kami. Kalian mensyaratkan agar kami:

 

  • tidak membangun tempat peribadatan baru di daerah kami,

  • tidak memperbaiki yang rusak,

  • dan menonaktifkan tempat peribadatan yang menjadi rute jalan orang-orang Islam.

  • Kami tidak boleh melarang seorang Muslim pun singgah di gereja kami, siang atau malam.

  • Pintu gereja harus selalu terbuka untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan.

  • Kita diharuskan menjamu kaum Muslimin yang berada dalam perjalanan selama 3 hari [ed: sesuai tuntunan nabi shalallahu ‘alaihi wassalam].

  • Gereja dan rumah kami tidak diperbolehkan menjadi tempat persembunyian mata-mata, atau yang menipu kaum Muslimin.

  • Kami tidak diperbolehkan mengajarkan al-Qur’an kepada anak-anak kami.

  • Tidak boleh menampakkan kesyirikan dan menyeru kepadanya.

  • Tidak boleh melarang kerabat kami yang hendak memeluk Islam.

  • Harus menghormati orang Islam.

  • Diharuskan mengutamakan orang Islam yang hendak duduk dalam suatu majelis.

  • Tidak diperbolehkan menyerupai orang-orang Islam dalam pakaian, tutup kepala, sandal, model sisiran rambut.

  • Tidak boleh berbicara dengan bahasa kaum Muslimin.

  • Tidak memakai sebutan yang dipergunakan oleh kaum Muslimin.

  • Tidak boleh menggunakan pelana ketika berkendaraan.

  • Tidak boleh membawa senjata

  • Tidak boleh menuliskan kata-kata Arab pada cincin kami.

  • Tidak menjual khamr.

  • Kami diharuskan memendekkan rambut bagian depan.

  • Kami harus selalu mengenakan pakaian seragam kami dan selalu mengenakan ikat pinggang khusus kami.

  • Tidak diperbolehkan memperlihatkan salib di gereja-gereja dan tidak boleh memperlihatkan salib atau kitab suci kami di jalan-jalan dan pasar-pasar kaum Muslimin.

  • Kami tidak diperbolehkan memukul lonceng gereja, kecuali dengan suara sepelan mungkin.

  • Tidak boleh meninggikan suara kami ketika membaca kitab suci kami di gereja di hadapan orang-orang Islam.

  • Kami tidak boleh menjadi utusan.

  • Tidak boleh meninggikan suara ketika ada pengikut kami yang meninggal.

  • Kami tidak boleh menyalakan lampu di jalan-jalan dan di pasar-pasar kaum Muslimin.

  • Tidak boleh mengubur jenazah kami di pemakaman kaum Muslimin.

  • Kami tidak diperbolehkan mengambil budak sahaya sebagaimana diperbolehkan bagi kaum Muslimin.

  • Kami harus mempermudah urusan kaum Muslimin,

  • Dan tidak boleh mengganggu privasi mereka.”

 

Bahkan Umar menambahkan  lagi:

  • Kami tidak diperbolehkan memukul seorang pun dari kaum Muslimin.

Syarat kami ini berlaku bagi diri kami dan warga agama kami, serta kami terima sebagai pengganti rasa aman”.

Jika kami melanggar persyaratan tersebut, maka kami tidak mendapatkan perlindungan lagi dan boleh kami diperlalukan sebagai penentang.”

 

Lihatlah, bagaimana mereka tunduk dan patuh di bawah pemerintahan Islam yang menjalankan ketetapan Allah dan Rasul-Nya.

Dan inilah ayat perintah tersebut:

 

at-Taubah: 29

 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. “

(Q.S. at-Taubah: 29)

 

Ayat ini merupakan ayat yang pertama kali memerintahkan kaum Muslimin untuk memerangi Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Diturunkan tahun 9 H.

 

FAEDAH:

Kita lihat, pengembangan Islam melalui beberapa fase atau tahap. Pertama, fase awal di Makkah dimana kaum Muslimin menghadapi siksaan dan penghinaan berat hingga banyak yang terbunuh. Fase kedua, fase hijrah, pemerintahan Islam. Di sini Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam mulai membangun Negara Islam. Dan serangkaian perang pun mulai terjadi, namun fokus pada memerangi kaum Arab Jahiliyah saja. Semua perang dilakukan dari Madinah sebagai markas Islam. 

Setelah orang Arab jahiliyah memeluk Islam (dengan sukarela karena melihat kejayaan dan kewibaan Islam), Makkah ditaklukan dan bahkan  jazirah Arab memeluk Islam, Allah kemudian memerintahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam untuk mulai memerangi Ahli Kitab.  Mulailah Islam bergerak ke barat dan ke timur, menaklukan Romawi dan Persia. Ini semua dilakukan dibawah tuntunan dan perintah Allah SWT.

Apakah Allah SWT tidak mampu untuk memenangkan kaum Muslimin bahkan Rasul-Nya dari awal? Dari waktu di Makkah?? Sungguh, Ia Maha Mampu. Namun Allah hendak memberikan hikmah dan pelajaran kepada kita semua yang hidup kemudian setelah Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam wafat: hendaklah kita umat Islam memperhatikan siasat dan strategi dalam berjuang. Jika kita masih lemah, janganlah kita menghadapi musuh dengan frontal. Ada tahap-tahapnya. Janganlah kita membunuh diri kita, membinasakan diri kita sendiri.

"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman." (Q.S: at-Taubah: 14)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan: "Terbunuhnya orang-orang kafir oleh orang-orang beriman LEBIH MENGHINAKAN orang-orang kafir dan LEBIH MELEGAKAN DADA ORANG-ORANG BERIMAN."

Inilah diantara faedahnya. Jika kita lihat umat-umat terdahulu, jihad belum ada. Para pembangkang dan pendusta nabi dan rasul dihancurkan dan diadzab oleh Allah SWT, bukan melalui tangan-tangan orang beriman. Jihad baru diperintahkan pada masa Musa as, setelah Fir'aun Allah hancurkan.

Fedah lain:

"...apabila Allah menghendaki, niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka". (Q.S: Muhammad: 4).

Faedah lain dengan adanya jihad, Allah memberi kesempatan kepada kita untuk menjadi syuhada.


Allah memberi 2 pilihan kepada orang kafir dan musyrik:

 

  1. Diperangi, atau
  2. Membayar jizyah

 

Jika mereka membayar jizyah harus dalam keadaan patuh dan tunduk. Artinya rendah dan hina.

 

Hal ini ditegaskan pula dalam sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam:

 

“Janganlah kamu memulai mengucap salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jika kamu menjumpai seorang dari mereka di suatu jalan, maka desaklah mereka ke tempat yang paling sempit.” (HR Muslim)

 

Demikianlah, kita lihat para sahabat, dikarenakan keimanan dan ketakwaan yang tinggi, mereka berani mengamalkan perintah Allah dalam al-Qur’an dan perintah Rasul-Nya dalam sunnahnya. Terbukti, Islam jaya. Menang. Makmur pula.

 

Kebalikannya kita sekarang. Kalah, ditindas, lebih takut kepada mereka daripada kepada Allah, bahkan sebagian kaum Muslimin memuliakan dan menjadikan orang-orang kafir sebagai wali-wali mereka (pelindung dan teman setia), walau Allah melarangnya, sehingga Allah pun menimpakan kehinaan kepada kita.

 

Semoga artikel singkat ini dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja kaum Muslimin yang membacanya. Siapa saja yang menjadi pemimpin agar dapat menjalankan ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

 

Sunan Abu Daud 3003: dari Ibnu Umar ia berkata,

 

سنن أبي داوود ٣٠٠٣: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمَهْرِيُّ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ ح و حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُسَافِرٍ التِّنِّيسِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَحْيَى الْبُرُلُّسِيُّ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ عَنْ إِسْحَقَ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ سُلَيْمَانُ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْخُرَاسَانِيِّ أَنَّ عَطَاءً الْخُرَاسَانِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّ نَافِعًا حَدَّثَهُ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ

 

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

 

قَالَ أَبُو دَاوُد الْإِخْبَارُ لِجَعْفَرٍ وَهَذَا لَفْظُهُ

 

 

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

“Jika kalian berjual beli secara cara ‘inah, mengikuti ekor sapi, ridla dengan bercocok tanam dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.”

 

Abu Daud berkata, “Ini adalah riwayat Ja’far, dan hadits ini adalah lafadznya.”  (Syaikh al-Albani: shahih)

[‘inah: jual beli yang mengandung unsur riba]

 

lihat juga: http://quran-sunnah.net/2013/09/3-pilihan-bagi-orang-musyrik-yg-diperangi-oleh-kaum-muslimin-wasiat-nabi-kepada-para-panglima-perang/

 

(Fadil Aziz)

(Visited 2,961 times, 6 visits today)

Related posts: