Nasehat Bagi Para Pendukung, Pelaku & Penganjur Bid’ah

 

“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Q.S al-Mulk: 10)

 

Banyak kaum muslimin yg menyepelekan perkara bid’ah. padahal:

 

Setiap yang diada-adakan itu bidahsetiap yang bidah itu sesat dan setiap yang sesat itu adalah ke dalam NERAKA“. (Hadis Riwayat Muslim)

 

Tetapi mereka masih terus saja melakukan, mendukung, bahkan menganjurkan bid’ah, walau telah diperingatkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan ancaman neraka.  Bahkan mereka mengatakan “tidak semua bid’ah itu sesat.” Padahal nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam jelas-jelas menyatakan SEMUA BID’AH itu sesat. Bahkan mereka menuduh yg tdk mau melakukan bid’ah itulah yg sesat.

 

Maka perilaku & perkataan pelaku, pendukung & penganjur bid’ah sangat mirip dengan firman Allah ini:

 

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?”  Mereka menjawab: “Benar ada”, SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEPADA KAMI SEORANG PEMBERI PERINGATAN, MAKA KAMI MENDUSTAKAN(NYA)  dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.” Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Q.S al-Mulk: 7-10)

 

Maka, mereka yg menyepelekan larangan bid’ah ini lalu mengerjakannya, bahkan menganjurkannya, kelak akan masuk neraka sebagaimana hadits di atas. Dan berkata, mengaku & menyesallah para penghuni neraka itu kelak sebagaimana yang difirmankan Allah:

 

“…SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEPADA KAMI SEORANG PEMBERI PERINGATAN, MAKA KAMI MENDUSTAKAN(NYA) ” (Q.S al-Mulk: 9).

 

Mendustakannya. Tidak percaya. Menyepelekan. Mengolok-ngolok. Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam jelas-jelas menyatakan SEMUA BID’AH itu sesat, mereka mengatakan TIDAK SEMUA bid’ah itu sesat. Subhanallah.

 

Bahkan lebih jauh lagi, para pendukung  bid’ah membalikkan fakta dgn mengatakan bahwa kami yg berpegang teguh kepada hadits nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam di atas itulah yg SESAT!

 

Perkataan ini pun mirip dgn perkataan penghuni neraka tadi lagi:

 

” …kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.” (Q.S: al-Mulk: 9)

 

Waktu di dunia para penghuni neraka menghina para nabi dan para pembawa kebenaran (al-Qur’an & as-Sunnah) sebagai orang yang sesat. Persis seperti sekarang, kita yang mengingatkan jangan berbuat bid’ah sebagaimana Nabi larang, justru yang dianggap sesat. Jadi yg benar dianggap sesat, yg sesat dianggap benar. Ini adalah salah satu sifat penghuni neraka,memutarbalikkan fakta. Mereka berkata kepada  para nabi dan para pembawa kebenaran (al-Qur’an & as-Sunnah) waktu di dunia:

 

“kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.”  (Q.S: al-Mulk: 9)

 

Kemudian, mereka pun menyesal. Di neraka kelak mereka akan berkata:

 

“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Q.S al-Mulk: 10)

 

Karenanya wahai saudara-saudari muslimin yg saya cintai, takutlah kepada Allah SWT.  Mengapa MERESIKOKAN DIRI dgn melakukan bid’ah?? Setidaknya untuk apa kita MEMBAHAYAKAN DIRI dgn melakukan perkara-perkara baru itu?? Sebab ancamannya adalah neraka. Tidak main-main.

 

Masih banyak perkara-perkara sunnah yg dicontohkan nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yg akan menghasilkan pahala. Masih banyak sunnah-sunnah yang belum kita kerjakan. Untuk apa kita melakukan perkara-perkara baru yg tidak dicontohkan oleh nabi kita (baca: bid’ah)? Marilah renungkan. Ayat ini adalah peringatan bagi manusia.

————————

catatan: walaupun ayat ini secara KHUSUS ditujukan kepada kaum kafirin, namun SIFAT-SIFAT penghuni neraka ini memiliki kesamaan dgn perilaku sebagian saudara-saudari kita kaum Muslimin (bukan pula mengkafirkan; bukan). Dan orang-orang yg berada dlm neraka yg diceritakan dlm ayat yg mulia ini adalah ORANG-ORANG YG PERCAYA PADA ALLAH. Tengoklah:

 

“…kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun…” (Q.S: al-Mulk: 9)

Mereka bukanlah orang yang mengingkari Allah secara mutlak (Rububiyah-Nya). Bukan orang yang tidak percaya pada adanya Allah. Mereka percaya pada Allah & mengatakan: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun”! Jadi yang mereka ingkari adalah apa yang dibawa / yang diperingatkan oleh RasulNya. Allahu’alam.

(Visited 1,350 times, 2 visits today)

Related posts:

Panduan Jual Beli dlm Islam: Haramnya Jual Beli Khamr, Bangkai, Babi, Patung dan Produk-produk Turun...
صحيح البخاري ٢٠٨٢: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ ع...
Berpegang Teguh Kepada al-Qur'an dan as-sunnah, 2 Pegangan Dasar Umat Islam
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di anta...
Ketaatan kepada Rasulullah Tidak Bisa Dipisahkan dari Ketaatan kepada Allah (as-Sunnah adalah Hujjah...
Setelah kita mengetahui makna dan pengertian as-Sunnah di dalam Islam, adalah sangat penting selan...
Peminum, pemesan, orang yang menuangkan, penjual, pembeli, pembawa, pemeras khamr/minuman keras/alko...
Dari Ibnu Abbas, aku mendengar Rasulullah bercerita bahwa Jibril berkata kepadanya,   ...