Begitu mulianya ajaran Islam.

 

Namun kalau kita lihat kondisi umat Islam sekarang, terutama di Indonesia, betapa jauhnya dari ajaran Islam yg nabi bawa.

 

Sebagai contoh dalam menjual barang, Islam MENGHARUSKAN BARANG YG CACAT DILETAKKAN DI ATAS. Agar pembeli tahu, tidak kecewa dan tidak tertipu. Pernahkah kita menjumpai pedagang yang seperti ini?

Islam mengajarkan kita harus seperti itu. Simaklah hadits ini:

 

صحيح مسلم ١٤٧: و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلًا فَقَالَ مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي

 

Shahih Muslim 147: Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah serta Ibnu Hujr semuanya dari Ismail bin Ja’far, Ibnu Ayyub berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail dia berkata, telah mengabarkan kepadaku al-Ala’ dari bapaknya dari Abu Hurairah

 

bahwa Rasulullah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya: “Apa ini wahai pemilik makanan?” sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian atas makanan agar manusia dapat melihatnya. Barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.

Yg kini banyak terjadi justru sebaliknya. Waktu membujuk pembeli ditunjuki yang bagus semua. Kalau bisa barang yg cacat diumpetin, nanti dikeluarkan semua ketika pembeli membeli. Atau ketika mengirim sample, maka yg dikirim yg bagus-bagus. Ketika pembeli setuju dan membayar, yg dikirim barang yg jelek-jelek. Wa iyyadzubillah.
Perbuatan ini termasuk ke dalam KATEGORI MENIPU. Lihatlah perkataan nabi di atas.

 

HUKUMAN PERBUATAN CURANG INI TAK MAIN-MAIN: Barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.Kalau bukan dari golongan nabi, masuk mana kita kelak di hari Kiamat?

 

Mari sebarkanlah thread ini agar diketahui luas oleh saudara-saudara kita. Sehingga terhindar dari dosa dan kerugian besar di akhirat kelak dan agar perniagaan kita berkah.

 

(Visited 279 times, 1 visits today)

Related posts: