Diantara keutamaan sahabat yang begitu banyak adalah bersegera dalam kebaikan, keimanan yang begitu tinggi dan tak tergoyahkan, serta keikhlasan. Inilah cerita Umair bin Hamam yang rela mengorbankan nyawanya demi meraih surga, walau ketika itu ia baru tahu kalau surga itu luasnya seluas langit dan bumi (bandingkan dengan kita yang sudah mengetahuinya sejak kecil).

 

Kisah ini terjadi pada perang Badar. Ketika itu kaum muslimin harus menghadapi jumlah pasukan musyrikin Quraisy yang berjumlah 3x lipat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pun menyemangati para sahabat-sahabatnya:

 

“Bangkitlah kalian menuju surga, yang luasnya seluas langit dan bumi.”

 

Umair bin Hamam bertanya, “Luasnya seluas langit dan bumi?

 

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “ya”

 

Umair bin Hamam berujar, ” Bagus, bagus”.

 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pun bertanya, “Apa yang menjadikanmu berkata, “Bagus, bagus?”

 

Umair menjawab, “Aku berharap bisa menjadi penghuninya.”

 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pun bersabda: “Sesungguhnya engkau salah satu dari penghuninya”.

 

Setelah itu Umair pun maju ke depan seraya memecahkan sarung pedangnya dan mengeluarkan buah kurma, lalu ia memakan sebagian kurma tersebut, kemudian mencampakkan sebagian lainnya dari tangannya seraya berkata:

 

“Seandainya aku masih tetap hidup sebelum aku habis memakan buah kurma ini, berarti itu merupakan kehidupan yang panjang.”

Umair bin Hamam pun maju berperang, sehingga ia pun terbunuh.

(HR Muslim & Ahmad)

Hadist mulia ini dimasukkan oleh Imam Ibnu Katsir sebagai salah satu tafsiran dan penjelasan dari ayat:

al-Anfaal: 65

al-Anfaal: 65

al-Anfaal: 66

al-Anfaal: 66

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti”

“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. “

 

Umair bin Hamam adalah salah satu dari syuhada Badar. Semoga keimanan, keyakinan, keberanian, kesegeraannya dalam menjemput kebaikan dan surga serta keikhlasannya dapat menjadi teladan bagi kita.

(Visited 537 times, 1 visits today)

Related posts: