AL’AIN PENYEBAB KEMATIAN KE-2 UMAT ISLAM

 

Al-‘Ain adalah penyakit yg ditimbulkan karena pujian yg tidak disertai ‘dzikrullah’. Misalnya memuji seorang bayi dengan mengatakan: “lucu banget”. Kemudian setan pun menyambarnya. Jadilah anak itu/org itu terkena demam, sakit, bahkan bisa meninggal dunia (mendadak atau pun tidak).

 

“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan PANDANGAN mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila”. (al-Qalam: 51)

 

Karenanya, jk memuji seseorang, katakanlah, “subhanallah/masya Allah, cantik sekali”. Jangan hanya, “cantik sekali”! Dalam hal ini, perhatikanlah orang-orang Timur Tengah yang ke Indonesia jika memuji anak, dlsb. Biasanya mereka mengimbuhinya dengan dzikrullah ini. Di Indonesia masih banyak orang yg kurang mengenal al’Ain.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa AL-‘AIN ADALAH PENYEBAB KEMATIAN KE-2 DARI UMATNYA setelah takdir (bukan stroke, bukan jantung, diabetes, dsb).

 

“Kebanyakan orang yang meninggal dari umatku setelah qadla dan qadar Allah adalah karena Al-‘Ain” 

[HR. Ath-Thayalisi hal. 242 no. 1760, Bukhari dalam At-Tarikh Al-Kabir 4/360, no. 3144, Al-Hakim 3/46 no. , Al-Bazzar dalam Kasyful-Istaar 3/403 no. 3052, Ad-Dailami 1/364 no. 1467, dan Ibnu Abi ‘Ashim 1/136 no. 311; dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahiihul-Jaami’ no. 1206].

 

Jadi, perhatikanlah al’Ain ini.

 

“Al-‘Ain adalah haq (benar), dapat memasukkan seseorang ke dalam kuburan dan dapat memasukkan onta ke dalam kuali” 

 

[HR. Ibnu ‘Adi 6/407 biografi no. 1890 dari Mu’awiyyah bin Hisyam Al-Qashshaar, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 7/90, Al-Khathiib 9/244, Al-Qadlaa’I 2/140 no. 1059; dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahiihul-Jaami’ no.

 

Subhanallah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bhw al’Ain dpt menyebabkan seseorang TERJATUH dari kudanya, atau seekor unta jatuh masuk ke dalam periuk! Bahkan menyebabkan kematian! Dan ia merupakan penyebab kematian ke-2 setelah qadha dan qadhar.

Maka, tak heran jika kita sering mendengar seseorang yg sedang naik daun, terkenal, nanjak karirnya, dsb tiba-tiba meninggal dunia. Al ‘Ain kemungkinan penyebabnya! Allahu’alam.

Maka, bentengilah diri kita dari al ‘Ain. Sebab, obyek yg dipuji tdk terkena al-‘Ain jk membentengi diri dgn dzikir (al’Ain juga dpt terjadi hanya dgn pandangan mata).

Dan jangan lupa, imbuhilah pujian kita kpd org lain dgn dzikrullah.

——–

Catatan:  al’Ain dpt terjadi, baik dgn sengaja atau pun tidak. Bisa terjadi dari org yg iri  (firman Allah: “dari org yg dengki jika ia dengki” , S. al-Falaq: 5) atau pun dari orang yang tidak iri sebagaimana yg menimpa sahabat Suhail.

al’Ain juga dpt terjadi dari org baik, maupun org jahat, dpt terjadi kepada org shalih sebgaimana yg menimpa sahabat Suhail.

Org shalih pun dpt menyebabkan org lain terkena al’Ain dgn tidak sengaja jika ia tidak mengimbuhi pujiannya dgn dzikrullah, sebagaimana sahabat yg menyebabkan Suhail kejang-kejang setelah dipuji.

 

Dalil-dalil tentang al’Ain dari al-Qur’an dan as-Sunnah

“Al-‘Ain adalah haq (benar)” [HR. Bukhari no. 5408 dan Muslim no. 2187]

 

“Al-‘Ain itu haq (benar) dan sekiranya ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya Al-‘Ain akan mendahuluinya. Dan apabila engkau diminta mandi, hendaklah kalian mandi [1]” [HR. Muslim no. 2188].

 

“Kebanyakan orang yang meninggal dari umatku setelah qadla dan qadar Allah adalah karena Al-‘Ain” [HR. Ath-Thayalisi hal. 242 no. 1760, Bukhari dalam At-Tarikh Al-Kabir 4/360, no. 3144, Al-Hakim 3/46 no. , Al-Bazzar dalam Kasyful-Istaar 3/403 no. 3052, Ad-Dailami 1/364 no. 1467, dan Ibnu Abi ‘Ashim 1/136 no. 311; dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahiihul-Jaami’ no. 1206].

 

“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila”. al-Qalam: 51

 

Ibnu Katsir berkata :

“Telah berkata Ibnu ‘Abbas, Mujahid, dan yang lainnya : {‘benar-benar hampir menggelincirkan kamu’} ; yaitu mempengaruhi kamu; {‘dengan pandangan mereka’} ; yaitu memandangmu dengan mata-mata mereka yaitu mendengkimu karena kebencian mereka kepadamu. Sekiranya tidak ada perlindungan Allah kepadamu dari mereka. Di dalam ayat ini terdapat dalil bahwa terkena Al-‘Ain dan pengaruhnya adalah haq (benar) dengan izin Allah, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits yang diriwayatkan dari beberapa jalan yang berbeda” [Tafsir Ibnu Katsir 4/410].

ALCIBBUM_37171

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nabi Ya’qub khawatir anak-anaknya terkena al-‘Ain.

 

Allah berfirman dalam Surat Yusuf:

 

“Dan Ya’qub berkata: “Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri”. Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya’qub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (Q.S: Yusuf: 67)

 

Anak-anak nabi Yaqub terkenal ketampanannnya. Yusuf as misalnya.

 

Ibnu Katsir berkata:

 

“Dan firman-Nya : Namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. ; yaitu kehati-hatian itu tidak akan dapat menolak takdir Allah dan ketentuan-Nya, karena sesungguhnya Allah jika telah menghendaki sesuatu maka tidak ada yang menghalangi. Firman-Nya : {Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya’qub yang telah ditetapkannya} ; mereka berkata : ‘Yaitu menghindari pengaruh Al’-‘Ain terhadap mereka” [Tafsir Ibnu Katsir 2/485].

Obyek-obyek yang Dapat Terkena al-‘Ain:

  • Manusia itu sendiri, siapa pun dia, terutama jika jarang berdzikir, jarang berdzikir pagi & petang, jarang membaca Surat al-Falaq. Surat ini antara lain dibaca di pagi hari 3x dan petang 3x bersama Surat al-Ikhlas dan an-Naas. Juga merupakan rangkaian dzikir sehabis shalat 5 waktu.
  • Harta-benda. Seperti mobil, peralatan, hingga rumah dan gedung. Di Saudi Arabia tak jarang mobil ditempeli stiker “Masya Allah” di kaca belakangnya agar orang yang melihatnya membaca dzikrullah tersebut. Bahkan gedung perkantoran ada yang diberi tulisan “Masya Allah” di atasnya.

 

Membentengi Diri dari Al-‘Ain:

  1. Ibadah & ketaatan kepada Allah secara umum.
  2. Dzikir-dzikir pagi dan petang.
  3. Doa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (terlampir)
(Fadil Aziz)
 doa al ain (HR Bukhari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(HR Bukhari)

(Visited 2,618 times, 3 visits today)

Related posts: