Islam Budaya Arab

Kadang kita mendengar, “jilbab itu budaya Arab”, atau bahkan Islam itu adalah agama orang Arab.
Maka al-Qur’an telah menyiapkan jawabannya:
 
Asy-Syuara 198

Asy-Syuara 198

Asy-Syuara 199

Asy-Syuara 199

“Dan seandainya (al-Qur’an) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan BUKAN ARAB, lalu dia membacakannya kepada mereka; niscaya merekaTIDAK JUGA akan beriman kepadanya” (Q.S: asy-Syuara: 198-199)

 
Artinya, orang yang seperti itu sebenarnya TIDAK AKAN BERIMAN juga walau sekiranya al-Qur’an ini BUKAN diturunkan kepada Muhammad bin Abdillah, dari Bani Hasyim,  suku Quraisy, bangsa Arab. Katakanlah al-Qur’an diturunkan di Eropa, atau di Amerika, mereka tetap akan mendustakannya juga. Allah Maha Mengetahui. Itulah mengapa sebagian ulama menjelaskan mengapa orang kafir disiksa selama-lamanya oleh Allah di dalam neraka? Padahal mereka hidup beberapa tahun saja di muka bumi. Karena sekalipun diberi umur sangat panjang di dunia (seperti kaum Nabi Nuh), atau jika dikembalikan lagi ke dunia (dan dunia sudah musnah saat itu), mereka pun akan kafir lagi. Allah Maha Mengetahui hati hamba-hambaNya.
Asy Syuara 200

Asy Syuara 200

Asy Syuaraa 201

Asy Syuaraa 201

Asy Syuaraa 202

Asy Syuaraa 202

Asy Syuaraa 203

Asy Syuaraa 203

Asy Syuaraa 204

Asy Syuaraa 205

Asy Syuaraa 205

Asy Syuaraa 206

Asy Syuaraa 206

“Demikianlah Kami masukkan (sifat dusta & ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa, mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat adzab yang pedih. Maka datang adzab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, “Apakah kami diberi penangguhan waktu?” Bukankah mereka yang meminta agar adzab Kami dipercepat?” Maka bagaimana pendapatmu, jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun, kemudian datang kepada mereka adzab yang diancamkan kepada mereka.” (Q.S: asy-Syuara: 200-206) 

Islam tidak bisa diterima sebagian-sebagian. Islam harus diterima secara kaffah / menyeluruh.
Masuk Islam secara kaffah

al Baqarah 208

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara KAFFAH / KESELURUHAN, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208)

 
Tidak bisa mengambil sebagian yang sesuai keinginan atau akal, dan meninggalkan yang lainnya. Hal itulah yang terjadi pada Bani Israil dan Ahlul Kitab. Dan mereka disifati kafir oleh Allah SWT.
An Nisaa' 150

An Nisaa’ 150

An Nisaa' 151

An Nisaa’ 151

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.

(Q.S An-Nisaa: 150-151)

 
Bahkan Bani Israil hanya mengingkari satu nabi saja, yaitu nabi kita Muhammad bin Abdillah. Namun keimanan mereka atas nabi-nabi sebelumnya (sebelum datang Rasulullah) menjadi percuma, walau mereka mengimani Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Zakariya,Nabi Yahya,Nabi Isa. Keimanan mereka menjadi sia-sia karena keingkaran mereka kepada satu nabi saja. Demikian juga mereka mengimani Taurat dan Injil. Tapi ketika mereka tidak mengimani al-Qur’an, percumalah keimanan mereka semua selama ini kepada Taurat dan Injil.
al Baqarah 285

al Baqarah 285

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

(Q.S: al-Baqarah: 285)

Jadi terutama bagi kaum muslimin, janganlah bermain-main dengan ajaran agama dan syariat ini. Jangan menganggap enteng. Ini perkara akidah. Perkataan dan ucapan kita dapat membuat kita kufur, keluar dari Islam, apalagi kalau sudah menjadi keyakinan. Menyebabkan kita disiksa di neraka Allah selama-lamanya. Karena boleh jadi apa yang Anda dustakan adalah ayat-ayat Allah. Bagaimana jika nyawa Anda dicabut saat Anda baru saja mengeluarkan perkataan bahwa jilbab itu budaya Arab (berarti bukan syariat Allah)? Atau Nabi Muhammad diutus hanya untuk orang-orang Arab saja, atau al-Qur’an itu diturunkan hanya untuk orang Arab saja, dan sebagainya?
 
Semoga Allah memberi kita semua taufik dan yang terpenting kita semua mau mencari dan menerima ketika hidayah itu datang.
(Visited 796 times, 1 visits today)

Related posts: