Disusun oleh: Auda Syamsuddin

 

  • Allah menyebutkan dalam al-Qur’an siapa saja orang-orang yang memasuki surga
  • Allah juga memberitahu lewat al-Qur’an bahwa ada beberapa macam surga
  • Hadits Rasulullah menjelaskan pula bahwa surga itu ada tingkatan-tingkatannya
  • Lalu seberapa pentingkah surga dalam kehidupan manusia ?
  • Mengurai tentang hal tersebut akan kita tadabbur ayat-ayat al Qur’an dengan beberapa hadits sahih yang berkaitan

Sumber:

—————-

Kajian ini ditukil dari tesis ilmiah seorang mahasiswa untuk memperoleh gelar magister pada Fakultas al-Qur’an dan Studi Islam, Universitas Islam Madinah

Setelah diuji pada 10 Syawal 1411 H, tesis Abdul Halim bin Muhammad Nashshar as-Salafi ini lulus dengan predikat mumtaz (istimewa)

Judul asli: Shifatul Jannah fii al-Qur’aan al-Kariim: Diraasah wa Tahliil; cetakan III 1427 H / 2006 M

Judul buku dalam bahasa Indonesia: Pesona Surga, Penerjemah: Fajar Kurnianto, S.Th.I, Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, cetakan I 1432 H / November 2011 M, (540 halaman, kulit tebal)

—————-

Sambutan salah seorang staf pengajar di Masjid Nabawi Madinah – Syaikh Abu Bakar Jabir Al-jaza-iri – dalam buku ini:

Satu hal yang perlu diketahui oleh pembaca sebelum membacanya adalah bahwa apa yang akan disaksikan dalam kunjungan ini merupakan sesuatu yang benar dan yakin adanya, tanpa diragukan lagi. Karena rujukan buku ini merupakan kumpulan ayat-ayat al-Qur’an; juga hadits-hadits yang shahih sanadnya dan populer periwayatannya, serta relevan dengan al-Qur’an.

 

Pentingkah surga dalam kehidupan manusia ?

Jawabannya : sangat penting.

 

Karena :

  • Merupakan masalah besar dalam ‘aqidah yang mengikat kehidupan manusia di dunia dengan alam akhirat
  • Merupakan salah satu dasar iman
  • Efeknya di zaman sahabat sangat besar.

 

Pembahasan surga sangat penting dalam ‘aqidah

karena:

Menyangkut kebahagiaan & kenikmatan di akhirat kelak

‘Aqidah tak hanya terbatas pada dunia fana yang terputus dari akhirat

Tapi adalah permasalahan besar yang mengikat kehidupan manusia di dunia dengan alam akhirat

 

Membenarkan adanya surga adalah salah satu dasar iman

Dijelaskan dalam al Qur’an, Surat An-Najm, 53: 12 – 15:

an Najm 12

an Najm 12

12 : Maka apakah kamu (musyrik Mekkah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya ?

 

An-Najm,13

An-Najm,13

13 : Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

 

An-Najm,14

An-Najm,14

14 : (yaitu) di Sidratil Muntaha.

 

 

An-Najm,15

An-Najm,15

15 : Di dekatnya ada surga tempat  tinggal (Ma’wa)

 

 

Dijelaskan dalam sunnah:

““Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab, ”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para rasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” …Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga nabi bertanya kepadaku: “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, ”Allah dan rasulNya lebih mengetahui,” Dia bersabda, ”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”” — HR Muslim, no. 8
Efek besar di zaman sahabat:
  • Kehidupan jahiliyah berganti dengan kehidupan mulia
  • Rasulullah berjalan di muka bumi untuk menyampaikan risalah Rabb-nya, diusir, dilempari, namun kaum Anshar membai’at beliau untuk mendengar dan taat. Mereka ingin meraih Surga
  • Kaum dari Yatsrib (70 orang) membai’at beliau
  • Seorang yang sudah uzur dan pincang – Amr bin al-Jamuh, ikut perang Uhud dan terbunuh
  • Keluarga Yasir yang sabar menerima siksaan kaum Quraisy
  • Mendidik tentara Islam untuk teguh, sabar, pantang menyerah; Anas bin an-Nadhar meninggal dengan 80 sabetan pedang, tusukan tombak, tancapan panah sampai tak dapat dikenali kecuali oleh saudara perempuannya
  • Beberapa puluh tahun kemudian kekuasaan Daulah Islamiyah membentang dari Timur ke Barat, dari selatan ke utara, mengalahkan adikuasa kala itu: kerajaan Persia dan Romawi
  • Demikian besarnya peran keimanan kaum muslimin terhadap surga dan pengaruhnya dalam kehidupan; dunia yang begitu megah di mata mereka terasa remeh.

Apa yang membuat mereka demikian ?

Adalah Firman Allah QS. Ali Imran, 3 : 185:

Ali Imran 185

Ali Imran 185

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”

Dengan apa manusia dapat masuk surga ?

Dengan rahmat, keutamaan, dan kemuliaan Allah

Sabda Rasulullah: “Amal seseorang tidaklah memasukkannya ke dalam surga”. Para sahabat bertanya: “Tidak pula engkau, wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab: “Tidak, tidak juga aku; kecuali (apabila) Allah Swt memberikan karunia dan rahmat-Nya kepadaku”. -Shahiibul Bukhari, Kitab ”Al Mardha”, Bab ”Tamannal Mariidh al-Maut” (VII/10)

 

Rahmat Allah kepada hamba-Nya, a.l:

  • Dia melimpahkan taufik dan kemudahan untuk beramal
  • Dia memberikan hidayah untuk ta’at

Amal hamba saja, walau banyak,

  • tak dapat menjamin dirinya masuk surga
  • tak dapat dijadikan sebagai penebus
  • tak senilai dengan dan tak bisa menandingi nikmat Allah yang diberikan kepadanya di dunia.
  •      Sisa nikmat itu hanya bisa ditebus dengan rasa syukur kepada-Nya

Adakah surga saat ini ?

Surga ada saat ini.

 

Dalil syariatnya banyak, antara lain:

1.Akad jual beli antara Allah Swt dengan hamba-Nya

2.Kabar gembira dari Allah bagi orang-orang beriman

3.Kunjungan Nabi ke dalam Surga

4.Berita Nabi kepada umatnya

5. Penempatan Adam di Surga

 

1. Akad jual beli antara Allah Swt dengan hamba-Nya

  1. At Taubah, 9: 111

       Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah ? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.

       Akankah diterima oleh akal jika Allah melakukan transaksi dengan hamba-Nya atas suatu barang yang tak ada wujudnya? Lihat Tafsiiruth Thabari (XIV/498) dan Haadil Arwah karya Ibnul Qayyim hal 119

2. Kabar gembira dari Allah Swt

Banyak ayatnya, a.l:

  • QS. Al Baqarah, 2: 25

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) Surga-Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai….”

  • QS. At Taubah, 9: 20 – 21

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Allah menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridhaan dan Surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya.”

Apakah masuk akal jika Allah memberi kabar gembira dengan sesuatu yang tak ada wujudnya ?

 

3. Kunjungan Nabi ke dalam Surga

Ini di antara dalil qath’i (pasti dan tegas) tentang adanya Surga. Nabi telah mengunjungi Surga dan masuk ke dalamnya dalam kondisi terjaga, tidak tidur, yaitu ketika beliau di-isra’ dan mi’raj-kan; lalu setelah kembali beliau mengabarkan apa yang telah disaksikannya.

  • QS. Al Isra’, 17: 1

       “Maha suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

  • QS. An Najm, 53: 13 – 18

       “Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil muntaha, di dekatnya ada Surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Rabb-nya yang paling besar.”

4. Berita Nabi kepada umatnya

  • Rasulullah bercerita di akhir kisah Isra’ (dalam Shahibul Bukhari dan Shahih Muslim):

“Setelah itu Jibril berjalan lagi bersamaku hingga berakhir di Sidratul muntaha. Tempat ini diliputi oleh bermacam-macam warna; aku tidak tahu apa itu. Kemudian, aku dimasukkan ke dalam Surga, dan ternyata di dalamnya ada tali-tali dari mutiara, sedangkan tanahnya adalah kesturi.”

Hadits ini redaksi al-Bukhari (dia adalah al-imam Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Ju’fi, seorang pemuka bagi kaumnya; dia adalah gunung hafalan dan imam dunia. Dia juga seorang yang tsiqah dalam hadits).

 

5. Penempatan Adam di Surga

 

Ini di antara dalil paling jelas yang menunjukkan adanya Surga saat ini; Surga yang kekal

  • QS. Al Baqarah, 2: 35

       “Dan Kami berfirman: “Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam Surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zhalim!”

  • QS. Al A’raf, 7: 19

       “Dan (Allah) berfirman: “Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam Surga dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua termasuk orang-orang yang zhalim.”

Golongan yang mengingkari adanya surga saat ini:

Adalah golongan yang beranggapan bahwa Surga baru akan diciptakan pada hari kiamat kelak, adalah: Golongan Qadariyyah (orang-orang yang mengingkari qadar / takdir Allah) dan Mu’tazilah. Argumennya adalah :

a)Jika Surga sudah diciptakan saat ini, tentu keberadaannya akan sia-sia, karena dalam waktu yang begitu lama tak ada penghuninya

b)Dianalogikan (qiyas) dengan seorang raja yang membangun istana dan menyiapkan beragam makanan tapi tidak dihuni, jadi tak ada faedahnya

c)   Andaikan saat ini Surga ada tentu akan musnah di hari kiamat, karena Allah berfirman:

Al Qashash, 28: 88

“…Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah….”

d)Sabda Nabi

  • Siapa saja yang mengucapkan Subhaanallaahil ‘azhiim wa bi hamdih maka akan ditanamkan baginya pohon kurma di surga (Sunanut Tirmidzi, Bab 61 (V/174)
  • Surga itu tanahnya bersih, airnya segar, serta buminya rata dan halus. Dan sesungguhnya tanamannya adalah ucapan: subhaanallaah wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar (Sunanut Tirmidzi, Bab 60 (V/173)

Seandainya Surga itu sudah diciptakan oleh-Nya, tentu penanaman itu tidak berarti, tidak perlu pensifatan Surga dengan sebutan bumi yang rata dan halus.

e) Sabda Nabi

  • Siapa saja yang membangun sebuah masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya sebuah rumah di surga (Shahih Muslim, Kitab al-Masaajid (I/378)
  • Siapa saja yang mengerjakan shalat (sunnah) 12 raka’at dalam sehari semalam, maka dengan itu akan dibangun baginya sebuah rumah di Surga(Sunanut Tirmidzi, Kitab ash-Shalaah X/259, Shahiih Sunanit Tirmidzi I/131)

f) Cerita istri Fir’aun dalam At-Tahriim, 66: 11

  • …Ya Rabb-ku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Surga….
  • Menurut mereka mustahil seseorang mengatakan kepada orang yang telah menenunkan pakaian atau telah membangunkan rumah untuknya: “Tenunkanlah pakaian atau bangunkanlah rumah untukku”

Komentar terhadap dasar pemikiran golongan qadariyyah

Terhadap pemikiran butir a) dan b):

Allah tak bisa di-qiyaskan dengan mahluk-Nya

Perbuatan-Nya tak dapat disamakan dengan perbuatan mahluk-Nya.

Asy Syuuraa, 42: 11

    ” …Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.”

Terhadap pemikiran butir c):

..…segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah..

Maksud dari segala sesuatu adalah apapun yang telah Allah tetapkan fana dan hancurnya.

Maksud Kecuali (wajah) Allah maksudnya kecuali yang dikehendaki oleh Allah.

Adapun Surga dan kenikmatannya diciptakan Allah untuk kekal dan bukan untuk fana (sementara)

Terhadap pemikiran butir d) dan e)

.…Siapa saja yang membangun sebuah masjid karena Allah..

Siapa saja yang mengerjakan shalat (sunnah) 12 raka’at dalam sehari semalam, maka dengan itu akan dibangun baginya sebuah rumah di Surga…(HR Muslim).

Sabda Nabi yang dikemukakan merupakan ungkapan yang tersusun dari syarat dan balasan yang

meniscayakan adanya balasan setelah syaratnya terpenuhi.

 

Bantahan terhadap dasar pemikiran golongan qadariyyah

 

Jika yang mereka maksud itu bahwa Surga belum diciptakan saat ini, dan secara yakin beranggapan bahwa Surga itu belum ada, maka ini merupakan anggapan bathil yang ditolak oleh dalil-dalil kuat dan benar dari al-Qur’anul Karim, as-Sunnah dan apa yang sudah umum diketahui dengan pasti.

Akan tetapi jika mereka memaknai bahwa Surga telah diciptakan namun belum sempurna, maka inilah pendapat yang benar dan tidak mungkin terbantah.

Sesungguhnya dalil-dalil yang mereka paparkan menunjukkan bahwa Surga telah tercipta saat ini, dan dengan dzikir, Allah mengeluarkan tetumbuhan bagi pengucapnya di Surga.

Demikian pula dengan pembangunan rumah di surga, ia akan terrealisasi dengan amal-amal baik tersebut

Manakala seorang hamba memperluas amal-amal kebaikannya, maka sebesar itu pula Allah akan perluas untuknya di Surga.

 

Kesimpulan yang dapat kita tukil:

Pembahasan surga sangat penting dalam ‘aqidah karena menyangkut kebahagiaan & kenikmatan di akhirat kelak. ‘Aqidah tak hanya terbatas pada dunia fana yang terputus dari akhirat; Tapi adalah permasalahan besar yang mengikat kehidupan manusia di dunia dengan alam akhirat

Membenarkan adanya surga adalah salah satu dasar iman, yang dijelaskan dalam al Qur’an dan as Sunnah

Surga diraih dengan rahmat, keutamaan, dan kemuliaan Allah; Amal hamba saja, walau banyak, tak dapat menjamin dirinya masuk surga.

Surga yang kekal ada saat ini; di antara dalil pasti adalah bahwa Rasulullah pernah diajak Jibril, dimasukkan ke dalam Surga, sewaktu Rasulullah di-isra’ mi’raj-kan dan kemudian beliau bercerita kepada umatnya. Dalil jelas lainnya bahwa Adam diturunkan ke bumi dari Surga yang hakiki yang sifatnya adalah Surga yang kekal dan merupakan Surga yang kelak akan diminta orang pada hari kiamat

Adapun golongan yang meyakini bahwa Surga saat ini belum ada dan baru akan dibuat setelah kiamat, argumennya kurang tepat, karena meng-qiaskan perbuatan Allah dengan perbuatan manusia, padahal Allah tak ada yang serupa dengan-Nya

Screen Shot 2016-03-27 at 5.50.50 PM

Telah dibahas 18 ayat dari 9 surat dalam al Qur’an.

 

(Visited 653 times, 1 visits today)