Tahukah Anda, bahwa setan itu fokus pada pekerjaannya?

Kita semua tahu bahwa setan adalah sebuah  sifat yang dilekatkan pada manusia dan jin yang selalu mengajak kepada kejelekan, keburukan, kesesatan, perbuatan dosa. Semua yang mengajak kepada keburukan tersebut disebut setan. Namun ternyata setan, khususnya dari kalangan jin juga memiliki tabiat yang bagus, yaitu dia BERDAKWAH & FOKUS.

Setan itu berdakwah:

Faathir: 6

Faathir: 6

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya MENGAJAK (BERDAKWAH) golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala “ (Q.S: Faathir: 6)

Kata “yad’u” artinya mengajak, yaitu berdakwah. Sayang, tabiat yang bagus ini dilakukan dalam perbuatan yang buruk, yaitu mereka BERDAKWAH, mengajak kepada kesesatan. Timbul pertanyaan, bagaimana manusia yang tidak berdakwah sama-sekali kepada kebaikan? Setan saja berdakwah, walau ia berdakwah agar banyak yang menemaninya kelak di neraka. Maka sudah seharusnya manusia berdakwah kepada kebaikan dan surga.

Setan juga ternyata FOKUS. Dia punya pekerjaan ditekuni terus-menerus, fokus, konsisten dan sungguh-sungguh:

al Baqarah: 169

al Baqarah: 169

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. “ (Q.S: al-Baqarah: 169).

Kata “innamaa” artinya tidak ada pekerjaan lain. FOKUS. SUNGGUH-SUNGGUH. Mungkin bisa juga dikatakan profesional. Jadi setan itu profesional dalam bekerja menyesatkan manusia.

Sedangkan kata “ya’ murukum” artinya TERUS-MENERUS.

Jadi setan itu tekun dan fokus, tak pernah pula istirahat dalam menggoda manusia.

Hasan Al-Bashri pernah ditanya: “Apakah setan mengenal waktu istirahat?” Beliau menjawab: “Kalau saja setan istirahat, tentulah kita bisa rehat.”

“Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah : isnadnya shahih)

Bahkan ketika anak Adam tidur pun tak luput diganggu. Yang paling utama adalah agar ia bangun kesiangan tidak shalat subuh. Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan tidur yang sesuai sunnah.

Setelah mengetahui bahwa setan itu profesional, tekun dan fokus berdakwah kepada perbuatan-perbuatan jelek, keji dan kufur serta sesat tanpa mengenal lelah, maka apakah kita merasa aman? Dan apa yang kita lakukan? Apakah kita bisa selamat dengan hanya santai-santai saja, dengan duduk diam, atau sekedar ikut arus, tidak menuntut ilmu syar’i, tidak beramal, bahkan tidak tahu mana yang benar mana yang salah, mana yang halal mana yang haram, mana yang tauhid, mana yang syirik, mana yang sunnah, mana yang bid’ah?

Bahkan tak jarang seorang manusia memandang baik perbuatan jahatnya. Sebagaimana telah Allah firmankan:

al Baqarah: 11

al Baqarah: 11

al Baqarah: 12

al Baqarah: 12

Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi“. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (Q.S: al-Baqarah: 11-12)

Ada diantara manusia yang mereka berbuat kerusakan, tapi menganggapnya itu perbuatan baik. Misalnya melegalkan homoseksual atas nama HAM, kesetaraan gender antara pria dan wanita, menyamaratakan pembagian warisan atas nama keadilan, menamakan riba sebagai bunga, menyebut musik sebagai penghibur hati, menamakan bom bunuh diri sebagai jihad, dan tak terhitung lagi banyaknya. Bahkan sampai ke tingkat ibadah, yang padahal itu bukan ibadah, namun dikatakan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah.

Itulah diantara trik iblis dan bala tentaranya. Menghiasi perbuatan buruk sehingga tampak baik. Perhatikanlah hal ini.

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan dosa) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya (Q.S. al-Hijr: 39)

Jadi jangan Anda kira setan itu hanya mengajak kepada yang tampak buruk seperti pembunuhan, kebohongan, pencurian. Mereka menghiasi perbuatan-perbuatan buruk itu sehingga tampak baik di mata manusia (bukan di mata Allah). Bahkan mereka bertindak lebih jauh lagi:

Bahkan setan bersedia  menggiring manusia kepada 70 kebaikan demi menggiringnya kepada satu pintu kebaikan!

Berapa banyak kita saksikan atau mendengar hal ini terjadi. Misalnya seseorang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan, namun di akhir hayatnya berbuat maksiat sehingga ia pun su’ul khatimah dan menjadi ahli neraka. Na’udzubillah.

Jadi kapan kita merasa aman dari godaan setan? Tidak akan! Dan jangan pernah! Jangan pernah merasa aman, karena iblis dan bala tentaranya yang profesional tak pernah istirahat, bekerja bergantian dalam shift-shift.  Hatta ketika seorang anak Adam hendak sakratul maut meninggalkan dunia, mereka melancarkan serangan sebagaimana dalam riwayat-riwayat yang banyak.

Bagaimana menurut Anda seseorang yang menekuni pekerjaannya selama 20 tahun? Apakah ia menjadi ahli? Jawabannya hampir pasti “ya”. Lalu bagaimana dengan setan? Iblis dan bala tentaranya telah menekuni pekerjaannya selama ribuan tahun!  Di dalam curriculum vitae mereka yang sangat panjang, tampak “prestasi” mereka menyesatkan milyaran manusia! Termasuk menggelincirkan manusia pertama: Adam dan Hawa.

Justru jika Anda telah merasa aman, berarti Anda telah terperangkap oleh talbis/tipu-daya iblis!

Kepada Allah kita memohon perlindungan dan kekuatan untuk bisa selalu di atas ketaatan, kebaikan.

————

Catatan:

Setan berkata, “Orang yang paling berat kami goda adalah orang yang mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan terhadap orang yang memperturutkan hawa nafsu, dapat kami permainkan sekehendak kami” (Ibnul Jauzi rahimahullah dalam Talbis Iblis).

Ibnul Jauzi juga mengatakan: “ikatan terkuat untuk mengikat seorang tawanan adalah kebodohoan. Dibawahnya lagi adalah hawa nafsu, sedangkan kekuatan terendah ialah kelalaian. Selagi senjata masih di pundak orang beriman, sesungguhnya hegemoni musuh tidak akan teraplikasian dalam medan tempur” (Talbis Iblis)

Ibnul Jauzi mengatakan, “setan menggoda manusia sesuai dengan kondisi yang memungkinkannya untuk bisa menggoda. Godaan mereka bisa semakin kuat dan lemah tergantung kesadaran dan kelalaian manusia yang digodanya, juga kebodohan dan ilmu mereka.”

Penting juga agar setiap perbuatan kita diniatkan untuk ibadah selama 24 jam. Mulai bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali di malam hari. Memelihara janggut misalnya, dapat menghasilkan pahala selama 24 jam tanpa henti. Bahkan tidur siang menjelang zhuhur adalah IBADAH sunnah (disebut “qailulah”).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan:

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya baik baginya. Tidak ada hal seperti ini kecuali hanya pada orang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan lantas dia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesulitan lantas dia bersabar, maka hal itu baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Maka jika dapat menjadi seorang mukmin yang baik, yang selalu syukur dan sabar, in sya Allah kita selalu berada dalam kebaikan, selama tauhid kita benar, aqidah kita lurus dan segala kewajiban kita penuhi.

Buku/kitab rujukan yang bagus untuk dibaca dalam masalah ini diantaranya kitab klasik  “Talbis Iblis” karya Ibnul Jauzi, juga “Ruqyah”, karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali.

Post menarik juga tentang hal ini: https://www.facebook.com/MutiaraNasehatIslam/posts/372760419571013

(Visited 802 times, 2 visits today)

Related posts: