Jika kita perhatikan isi al-Qur’an, maka akan kita jumpai bagian terbesar dari kitab yang mulia ini adalah perintah untuk bertauhid. Perintah bertauhid tersebar begitu banyak dalam al-Qur’an. Ia merupakan perintah Allah yang terbesar. Beberapa diantaranya kita nukil disini:

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku”. (Q.S: al Mu’minun:52)

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (Q.S: adz-Dzaariyat:56)

“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (Q.S: al Hajj: 73)

“Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang Allah tidak menurunkan KETERANGAN tentang itu, dan apa yang mereka sendiri TIADA MEMPUNYAI PENGETAHUAN terhadapnya. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun.” (Q.S: al Hajj: 71)

“(Beribadahlah)  dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Q.S: al Hajj: 31)

“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku”. (Q.S: al-Anbiya: 92)

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan”.(Q.S: al-Anbiya: 22)

“Ingatlah ketika ia (Ibrahim) berkata kepada bapaknya; “Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?” (Q.S: Maryam: 42)

“Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus”. (Q.S: Maryam: 36)

“Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka SEMBAHLAH Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” Q.S: Maryam: 65)

“Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri[Ash-habul Kahfi], lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (Q.S: al-Kahfi: 14)

“Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekuturmu ada yang menunjuki kepada kebenaran?” Katakanlah “Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran.” Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (Q.S: Yunus: 35)

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (Q.S: al-Anbiya: 22)

“…dan telah berlalu contoh umat-umat masa dahulu. Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka akan menjawab: “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Q.S: az-Zukhruf: 8-9)

“Barangsiapa yg ingkar kepada taghut & beriman kepd Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul TALI YG AMAT KUAT yg TDK AKAN PUTUS…”(Al-Baqarah: 256)

“Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal TIDAK ADA SUATU DALILPUN BAGINYA  tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung”. (Q.S: al-Mu’minuun: 117)

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”.(Q.S: az-Zukhruf: 36)

Bahkan Surat al-Ikhlas secara keseluruhan isinya adalah tauhid, dan Rasulullah mengatakan bahwa Surat al-Ikhlas adalah 1/3 al-Qur’an.

Karenanya, tauhid adalah perintah terbesar Allah SWT dan isi utama al-Qur’an.

“Barangsiapa yg mati dgn kalimat laailaahaillallaah, maka ia masuk surga” (HR Ahmad, dll).

(Fadil Aziz)

(Visited 1,146 times, 2 visits today)

Related posts: