Konsekuensi Kalimat “Laailahaillallaah” (1)

Sebagian kaum muslimin menganggap percaya kepada Allah dan Muhammad Rasulullah yg menjadikannya Islam. Tapi, bukankah orang-orang Nasrani juga percaya kepada Allah? Ahlul Kitab, mereka percaya adanya Allah, tuhan mereka Allah, tapi mengapa mereka kafir? Kaum musyrik Quraisy paham betul Ka”bah adalah rumah Allah. Didirikan oleh nabiyullah Ibrahim as & Ismail as. Tapi mengapa mereka kafir juga? Bahkan menjadi target pertama dakwah Rasulullah? Silahkan dibaca artikel ini.


Kalimat

 

laailahaillallaah

 

Yang berarti: “tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah” memiliki 2 konsekuensi:

 

1) PENETAPAN bahwa hanya Allah yang berhak diibadahi 

 

2) PENAFIKAN bahwa tidak ada sesembahan lain/tidak ada sekutu2 bagi Allah. Allah tidak bersyarikat.

 

Kedua elemen tauhid ini harus ada pada diri kita. Dan hal ini termaktub dalam Surah al Fatihah yg kita baca dalam shalat:

 

“Iyyaa kana’ budu wa iyyaa kanas ta’in” (al Fatihah:5)

 

Artinya: “hanya engkaulah yg kami sembah (elemen pertama) & hanya kepada engkaulah kami meminta (elemen kedua).”

 

Sayangnya banyak org yg memenuhi elemen pertama (ubudiyah), namun tdk memenuhi elemen kedua (rububiyah).

Misalnya dia shalat/beribadah kepada Allah, namun ia juga meminta/berdoa kepada selain Allah. Seperti kepada kuburan, kepada penunggu gunung, kepada penunggu laut, kepada batu, cincin, dsb. Ini berarti dia belum bertauhid. Tauhidnya tidak benar. Tidak sempurna. Tidak sesuai dgn makna laailaahaillallaah. Bahwa HANYA ALLAH yang patut diibadahi dan tidak ada sesembahan lain selain Allah. Sedangkan Allah hanya menerima yg MURNI:

 

” Padahal mereka tidak disuruh menyembah KECUALI kepada Allah dgn MEMURNIKAN ketaatan kpd Nya dalam (menjalankan) agama…” (Q.S al Bayyinah:5)

 

Al-Bayyinah: 5

Al-Bayyinah: 5

Allah memerintahkan Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) untuk beribadah kepada Allah saja. Karena, mereka PERCAYA kepada Allah, tetapi TIDAK MEMURNIKAN ketaatan kepada Allah semata. Ada nabi Isa yg disembah juga. Ada Maryam yg disembah juga. Semuanya mereka jadikan syarikat-syarikat/sekutu-sekutu Allah. Padahal Allah tidak punya sekutu. Allah itu tunggal, esa dalam penciptaan alam semesta, maupun dalam peribadatan.

 

Dan ada para ulama/rahib2/pastur2/pendeta2 yang juga dipertuhankan oleh mereka. Yang semua perkataannya, baik benar maupun salah, semua mereka ambil (lihat tafsir at Taubah:34).

 

Ayat al Bayinnah ini memang berbicara tentang orang-orang Kristen & Yahudi (ahlul kitab) & orang-orang musyrik (silahkan buka al Quran utk membaca lengkapnya surat tersebut).

 

Kaum musyrik Quraisy juga seperti itu. Percaya kepada Allah, mengaku pengikut agama Ibrahim as, thawaf di Ka’bah, tapi tidak memurnikan tauhid. Mereka tahu Ka’bah adalah rumah Allah yang dibuat Ibrahim as dan Ismail as. Mereka tinggal di depan Ka’bah. Namun mereka menyembah Allah dengan PERANTARA latta, uza, manat, dan lain-lain. Lihat (QS: an-najm: 19-21, 23).

 

Allah tidak mau seperti itu. Allah mau tauhid yang murni, tanpa perantara-perantara, tanpa sekutu-sekutu. Maka mereka digolongkan kafir oleh Allah (akan dijelaskan in sya Allah pada pembahasan berikutnya).

Jadi, sekedar percaya kepada Allah saja tidak cukup.

Allah ingin kita HANYA menyembah Allah saja. Itulah konsekuensi kalimat laailaahaillallaah.

Itulah yang membedakan kita dengan orang Nasrani, Yahudi dan musyrik Quraisy.

Bahkan jika  percaya kpd Allah, iblis pun percaya kpd Allah; dia berdialog dgn Allah sebelum diusir keluar surga.
Dialog Iblis dengan Allah, diantaranya:
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.”
Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).” Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
(Q.S: Shaad: 79-82)

Iblis percaya kepada Allah, bahkan bersumpah “demi kekuasaan Engkau”…

 

Jadi sekedar percaya kepada Allah, tapi kalau masih menyekutukan sesuatu dgn Allah, maka tidak cukup. Percuma. Sama seperti kaum musyrik Quraisy, Kristen, dll (orang Kristen & Yahudi digolongkan ke dalam orang musyrik juga oleh Allah):

 

“ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” … (Q.S: al-Baqarah: 140)

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (Q.S: Ali Imran: 67)

 

Jadi ilmu tauhid yang benar ini sangat penting untuk diketahui dan dipelajari dan ia sangat mahal. Karena ia adalah kunci surga.

“Barangsiapa yg mati dgn kalimat laailaahaillallaah, maka ia masuk surga” (HR Ahmad, dll).

(Fadil Aziz)
(Visited 964 times, 1 visits today)

Related posts: