1 : 1000

 

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab mengatakan, satu orang awam yang bertauhid dengan benar dapat mengalahkan 1000 ahlu syirik. Ini sebuah perbandingan yang bersifat ilustrasi. Bukan sebuah bilangan yang eksak. Demikian tinggi dan mulianya kedudukan seseorang yang bertauhid dengan benar, meskipun ia seorang yang awam. Hanya orang biasa. Tidak bergelar profesor, tidak pula kyai, dan semacamnya. Namun ia dapat MENGALAHKAN sejumlah banyak orang musyrik.

 

Kenapa bisa demikian?

 

Karena Allah berfirman:

“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”

(Q.S: an-Nisa: 76)

 

Ahlu tauhid vs ahlu syirik 1:1000

 

Orang musyrik berada di bawah tipu daya setan. Sedangkan tipu daya setan itu pasti lemah.

 

Ahlu Tauhid vs Ahlu Syirik

Perkataan syaikh ini memang mengandung kebenaran. Ingatlah kisah Nabi Ibrahim as. Bagaimana Ibrahim muda, seorang diri melawan kaumnya? Bagaimana Ibrahim mematahkan argumen kaumnya ketika menggantungkan kapak di leher patung yang terbesar? Bagaimana Ibrahim membungkam Raja Namrud? Lihatlah, bagaimana seorang ahlu tauhid dapat mengalahkan banyak orang, dan bahkan orang-orang pintar, pemuka kaum dan seorang raja!

 

Nabi Ibrahim adalah seorang yang hanif, lurus, kata Allah. Seorang ahlu tauhid yang tak diragukan. Dipuji, disanjung di dalam al-Qur’an, bahkan kita diperintahkan untuk mengambil suri tauladan darinya.

 

قَدۡ كَانَتۡ لَكُمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ فِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya..” (Al-Mumtahanah: 4)

إِنَّ إِبۡرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةٗ قَانِتٗا لِّلَّهِ حَنِيفٗا وَلَمۡ يَكُ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif (bertauhid, berpaling dari selain Allah dan hanya menghadap kepada-Nya). Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (An-Nahl: 120)

ثُمَّ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ أَنِ ٱتَّبِعۡ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفٗاۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Hai Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif dan bukanlah dia termasuk orang-orang musyrik.” (An-Nahl: 123)

Jadi, janganlah seorang yang bertauhid dengan benar takut, atau pun ragu untuk menjelaskan yang benar. “Sesungguhnya tentara Kamilah yang akan menang”, kata Allah. Perbandingan kalian sangatlah jauh di atas mereka. Kalian sangatlah mulia. Bantahlah kekeliruan orang-orang musyrik dengan cara yang baik dan penuh hikmah.

 

Catatan:

Orang musyrik adalah orang yang menyekutukan Allah. Mereka bertauhid rububiyah; artinya mereka percaya dan mengimani adanya Allah. Mengimani bahwa Allah itu Pencipta, yang Menghidupkan, Mematikan, dan seterusnya. Namun sayangnya mereka tidak mentauhidkan Allah dari sisi uluhiyahnya. Mereka memalingkan ibadah kepada selain Allah. Seperti orang-orang Nasrani atau Kristen. Mereka mengimani Allah, namun beribadah kepada Nabi Isa as, Maryam, kepada pendeta-pendeta mereka, dan seterusnya.

 

Atau orang yang sudah benar beribadah kepada Allah, namun mencampur-adukkan ibadah kepada Allah dan kepada selainNya. Misalnya seorang yang ber KTP Islam, shalat, puasa, namun berdoa kepada penghuni kuburan, meminta kepada penunggu pohon, atau penunggu gunung, dan seterusnya. Ini merupakan pelaku kesyirikan. Disebutnya “musyrik“. Orang Arab jahiliyah yang Allah perintahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berdakwah kepada mereka adalah termasuk golongan ini. Mereka bukanlah orang kafir yang tidak mengakui Allah. Mereka percaya dan mengimani rububiyah Allah, namun uluhiyah mereka rusak, karena beribadah kepada Allah melalui perantara patung-patung atau sesembahan-sesembahan lain (sesembahan tidak hanya berwujud patung, namun bisa juga manusia, dsb).

 

Karenanya orang-orang musyrik mengimani tauhid rububiyah, namun mereka tidak bertauhid uluhiyah dan asma wa shifat (nama-nama dan sifat-sifat Allah).

 

Silahkan baca artikel-artikel kami tentang tauhid.

 

Allahua’lam.

(Visited 555 times, 1 visits today)

Related posts: