Wahabi Pemecah-belah Umat Islam

Tak jarang, orang yang mendakwahkan al-Qur’an dan as-Sunnah, mengajak kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman terbaik, yaitu pemahaman generasi sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in (yang juga disebut salafush shaalih) sering dicemooh dan dijuluki:

 

  • “Wahabi”,
  • tukang mengkafirkan,
  • memecah-belah umat,
  • merusak persatuan,
  • & segudang fitnah lainnya.

 

Dulu Rasulullah shalallaahu alaihi wassalam pun dituduh oleh kaumnya:

 

  • memecah-belah kaumnya,
  • ingin menghapus tradisi nenek-moyang.
  • Beliau juga dicemooh sebagai pendusta,
  • penyair,
  • tukang sihir.

 

Semua tuduhan kepada Rasulullah shalallaahu alaihi wassalam adalah tidak benar & dusta. Demikian pula kepada orang-orang yang mengajak kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman terbaik, kepada ajaran Rasulullah shalallaahu alaihi wassalam, kepada Islam yang murni. Jika mereka di atas itu semua, maka tuduhan-tudhan tersebut adalah fitnah dan dusta. Bahkan Rasulullah shalallaahu alaihi wassalam pernah akan diruqyah oleh orang musyrik karena dianggap gila. Subhanallah. Kenapa serupa? Inilah salah satu jawabannya.

 

“Siapa saja yang mengikuti para nabi, akan mendapatkan seperti yang didapat oleh para nabi.”

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

al Furqaan 31 musuh para nabi

al Furqaan 31

 

“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.”

(Q.S: al-Furqaan: 31)

Musuh para nabi

 

Jadi, bagi mereka yang kerap dijuluki “Wahabi” dan segala julukan lainnya, padahal Anda mendakwahkan al-Qur’an dan as-Sunnah di atas pemahaman salafush shaalih, tegarlah! Jangan mundur. Sesungguhnya kalian sedang meniti jalan para nabi dan rasul.  Itulah mengapa kalian dimusuhi oleh saudara-saudara kalian sendiri, di kampung halaman sendiri. Sedangkan kalian tidak membenci mereka, bahkan sayang kepada mereka. Menginginkan kebaikan atas mereka. Ingatlah apa yang dikatakan Waraqah bin Naufal, anak paman Khadijah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika wahyu pertama turun: “Andai saja nanti aku masih hidup saat engkau diusir oleh kaummu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab: “Ya. Tidak akan ada seorang pun yang datang dengan membawa apa yang engkau bawa melainkan akan disakiti. Dan jika aku masih hidup, niscaya aku akan mendukungmu dengan pertolongan yang besar…” Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

 

Sedangkan kepada mereka yang kerap menjuluki “Wahabi” dan segala julukan, cacian, cemoohan dan fitnah-fitnah lainnya, rujuklah kalian. Boleh jadi Anda keliru dan sedang berada pada posisi (maaf) Abu Jahal dan Abu Lahab dulu. Timbanglah kebenaran berdasarkan  al-Qur’an dan as-Sunnah di atas pemahaman salafush shaalih. Kebenaran bukan ditimbang oleh banyaknya pengikut, atau oleh tradisi. Takutlah kepada Allah. Bertakwalah.

 

Fadil Aziz

(Visited 713 times, 1 visits today)

Related posts: