Barangkali ada diantara kita yang SERING mengalami kesusahan. Aktivitas-aktivitasnya kerap menemui jalan buntu. Usahanya kurang lancar, apa yg dikejar sering luput, gagal, dsb, dsb. Maka mungkin perhatikanlah hal-hal ini:

 

1) Shalatnya
2) Perbuatan dosa & kezhaliman
3) Doa
4) Jauhkan dari yang haram

1) Shalat:

 

““Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit…” (Q.S: Thahaa: 24)

Makna “adz-dzikr” disini bisa mencakup semua: bisa bermakna peringatan, termasuk sholat, yaitu mengingat Allah. Jadi Allah menegaskan, barangsiapa yang berpaling dari peringatan Nya, dari sholat, dari mengingat-Nya, berdzikir kepada Nya, maka bagi org itu penghidupan yg SEMPIT.

 

Imam Ibnu Katsir menerangkan, sempit di dunia, sebelum sempit di akhirat. Wa iyya dzubillah.

 

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (Q.S: al Baqarah: 44)

 

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu” (Q.S: al Baqarah: 153)

 

Marilah kita periksa shalat kita:

1) Apakah sudah 5 waktu?
2) Apakah sudah tepat waktu? Tidak ditunda-tunda? Bagi pria, seafdhol-afdholnya shalat wajib adalah berjamaah di masjid
3) Apakah sudah khusyuk?

 

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (Q.S: al Baqarah: 44)

 

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu‘ dalam sholatnya” (Q.S: al Mu’minun: 1-2)

 

Khusyu’ ini sangat berat dan harus dilatih. Berapa banyak orang yg shalat namun rusak shalatnya karena kurang khusyu’.

 

4) Apakah sudah ikhlas niatnya lillaahi ta’ala? Bila belum, marilah perbaiki. Tidak diterima suatu amalan, jika tidak ikhlas karena Allah.

5) Apakah sudah benar praktek, cara shalat yg kita lakukan? Sudahkah shalat kita sesuai yg diajarkan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

 

Mulai sekarang, marilah kita perbaiki shalat kita dari semua aspek-aspeknya itu.

 

Di dalam shalat pun ada tempat dan waktu-waktu yang mustajabah. Misalnya ketika sujud. Apakah kita sudah sering berdoa di dalam sujud? Atau sebelum salam. Atau diantara adzan dan iqomah?

 

“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.” (HR Abu Daud, dishahihkan Al-Albani)

 

“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab doa saat itu sangat diharapkan untuk terkabul.” (HR Muslim)

Ketika Nabi Ibrahim diuji dengan istrinya yang dipanggil oleh seorang raja sebuah negri yang zhalim dan ia khawatir akan hal itu, beliau mengerjakan shalat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengerjakan & mengajarkan kita utk shalat jika kita ingin mengerjakan sesuatu, memiliki keperluan, menghadapi pilihan, dst. Sudahkan kita melakukannya?

 

Baca: Antara Masalah dengan Solusinya

 

2) Jauhkan diri kita dari dosa dan maksiat.

Karena sesungguhnya dosa dan maksiat menjauhkan kita dari rizki.

 

“Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya” (HR. Ahmad)

 

Ibnu Abbas ra.: “Bahwa kebaikan itu memberikan kecerahan pada wajah dan cahaya di hati, kelapangan rizki, mahabbah (kecintaan) pada hati makhluk. Dan kemaksiatan itu menyebabkan warna hitam (kegelapan) pada wajah dan hati, kesempitan rizki dan kemarahan di hati makhluk.”

 

Adapun kezhaliman terhadap sesama mahluk, maka sangat boleh jadi dibalas Allah semasa dia masih hidup di bumi. Dan telah kita ketahui bersama pula doa org yg dizhalimi tidak ditolak. Maka marilah kita introspeksi, adakah kezhaliman yg kita perbuat saat ini? Baik terhadap manusia, hewan, pohon, dlsb. Ingatlah, semua mereka itu pun berdoa kepada Allah. Bisa jadi ada doa mereka yang mengenai kita.

 

3) Doa

Mungkin diantara sebab kesulitan yg silih berganti adalah kurangnya doa.

 

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…” (Q.S: al Mu’minun: 60)

 

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam:

 

“Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Perhatikanlah waktu-waktu dan tempat-tempat mustajab utk berdoa seperti:

  • di 1/3 malam terakhir,
  • diantara adzan dan iqomah,
  • di dalam sujud,
  • sebelum salam di dalam sholat,
  • ketika hujan,
  • pada saat safar,
  • di malam Lailatul Qadr,
  • di Hari Arafah,
  • di Raudhoh Masjid Nabawi,
  • di Multazam Ka’bah, dll.

 

Dengan demikian doa kita memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan Allah.

 

4) Jauhkan dari yg haram karena ia menyebabkan DOA KITA TERTOLAK

 

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuh sehingga rambutnya kusut, acak-acakan dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku,”
Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari barang yang haram, pakaiannya dari barang yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?.”
[Shahih Muslim no. 1016)

Dijelaskan oleh para ulama, bahwa laki-laki pada hadist di atas memiliki sejumlah faktor yang mendukung dikabulkannya doanya. Beberapa faktor yang mendukung sebuah doa terkabul tersebut yang ada pada laki-laki tersebut adalah:

  1. Laki-laki itu seorang musafir. Sedangkan doa seorang musafir diijabah Allah berdasarkan hadist dari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Dan safar sang musafir ini cukup berat dan melelahkan, terlihat dari pakaiannya yang berdebu, dan sebagainya.
  2. Dia mengangkat tangannya dalam berdoa. Ini merupakan salah satu adab dalam berdoa, walau tidak semua doa perlu mengangkat tangan.

 

Namun, semua itu tidak memberinya manfaat, karena satu hal kata Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram. Yaitu harta yang haram. Dan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menegaskan: “bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?”

 

Lihatlah, bagaimana sadisnya harta yang haram! Ia menjadi hijab, penghalang doa. Padahal doa adalah senjata seorang mukmin. Lihak takhrij hadist tentang doa adalah senjata seorang mukmin Walaupun hadistnya dhaif, namun maknanya shahih.

 

Penutup

Jadi, jika kita sering ditimpa kesusahan hidup, marilah kita instrospeksi diri akan hal-hal ini dan mungkin masih banyak lagi yg perlu kita introspeksi, terutama aqidah kita, tauhid kita, ketakwaan kita kepada Allah. Karena semua amalan kita harus di atas aqidah dan tauhid yang benar dan lurus, diatas ketakwaan yang ikhlas kepada Allah SWT.

 

Allahua’lam. Semoga bermanfaat.

 

(Fadil Aziz)

(Visited 2,001 times, 3 visits today)

Related posts: